Posted in Thoughts and Sense

Sebuah Kelelahan : Dalam 3 Bab

Bab 1

Jarang-jarang saya curhat di media sosial, kalau gak karena saya lebih suka menulis tentunya rasa gondok menahun ini udah saya omongin langsung di depan orangnya.. Menulis kalau cuma di jurnal gak akan seru dan puas, karena rasanya kurang tumpah dan gak beleberan itu membuat semuanya jadi tidak afdol.. Hehe

Saya orang yang straight forward, tapi entah mengapa berhadapan dengan orang yang suka nyindir di status WA atau twitter malah enggak saya hantem langsung.. Pertama, karena saya khawatir status itu bukan untuk saya meskipun kejadian dan kondisi nya itu hampir 100% untuk saya.. Kedua, karena hampir pasti orang yang akan saya sidak ini modelan playing victim seperti Taylor Swift 😛 (bercanda ya Swifties).

Kondisinya, saya sudah lelah sih memaklumi orang seperti dia.. So, saya lebih baik cuek dan tidak terlalu berlarut dengan skenario dramanya.. Namun terkadang status-status kontroversial nya sungguh membuat saya gerah dan ingin sekali berkata : “Anda ini maunya apa, ya?”

Minta maaf saja tidak pernah.. Pernah sekali, tapi itu karena kondisi nya sedang sakit.. Untuk apa minta maaf ketika Anda hanya ingin menenangkan diri Anda.. Minta maaf karena memang Anda mengakui kesalahan dan kedramaan Anda sendiri yang telah menyakiti perasaan orang-orang sekitar.. Jangan malah merasa orang-orang sekitar yang menyakiti Anda.. Semoga berfikir, sih..

Bab 2

Kemudian pilihan pribadi itu sepenuhnya saya yang memilih.. Dipertanyakan boleh tapi tidak untuk dicampuri, apalagi Anda hanya punya pengetahuan yang sedikit tentang kehidupan saya yang memang dari dulu tidak pernah saya umbar-umbar, simply because I’m not that kind of person, yang suka cerita soal masalah pribadi..

Saya menyadari sepenuhnya Anda tidak suka dengan pasangan saya, karena Anda secara tidak sadar belum move on dari mantan saya.. Walah, saya saja sudah mengubur bagian kehidupan saya yang paling kelam dan memulainya dengan orang yang hadir paling tepat di hati saya.. Kenapa Anda yang repot tidak suka? Jujur saja, bagian yang paling menakutkan adalah ketika saya harus berpura-pura baik dengan orang yang secara nyata membenci pasangan saya untuk alasan yang masih misteri..

Silahkan saja Anda membenci pasangan saya sepuasnya, toh kami berdua tetap berbahagia kan..

Bab 3

Setiap orang punya masalah yang sama, yang membedakan itu how do you cope it.. Ingin sederhana, drama atau tidak selesai itu pilihan.. Dan tahukah, kita hidup di dunia bersama dengan orang lain.. Keinginan kita dibatasi oleh keinginan orang lain.. Preferensi boleh saja berbeda, tapi tidak untuk memaksakan kehendak.. Anda maunya ditanya, maunya disayang, maunya menjadi center of attention.. Kemudian lupa, bahwa orang lain mungkin punya masalah di rumah atau di jalan atau di kehidupan privasinya yang menjadikannya lupa bahwa Anda butuh ditanya, disayang dan diperhatikan.. Karena hidup tidak selalu berjalan sesuai dengan keinginan.. Seperti saya yang mungkin harus menghadapi masalah ini.. Yang tidak sesuai dengan keinginan saya, hehe..

Well, don’t expect too much, Sit.. 🙂

Love,

D4779E20035572AC7E2816A17121536E2

Advertisements
Posted in Thoughts and Sense

Berpura-pura

Saya lelah berpura-pura.. Mungkin harus berlibur sejenak, dari kepura-puraan.. Berteman dengan kejujuran dan keberanian tentu lebih menenangkan..

Rabu Jam 9 Malam, AC di suhu 28 derajat..

Love,

Posted in Thoughts and Sense

Conquer the universe with a good heart

Kalau ada yang tanya, memang ada yang tanya..

Mengapa semilyar pria, nona memilih anak gajah..

Dan mengapa semilyar wanita, anak gajah memilih nona..

Sesederhana keberanian mereka memilih, ketika saling menemukan dan tanya “Aku ingin menikahimu Nona, boleh?”

Lalu jawab “Ya, aku pun menunggumu menikahiku, anak gajah.”

Karena, pilihan itu logika yang mempertimbangkan namun tetap hati yang menentukan..

Dan ketika logika serta hati yang seirama, maka tak ada pertanyaan mengapa dari seluruh pria di dunia ini harus anak gajah yang dipilih nona?

Sabtu sore

Bogor yang hujan deras

Posted in Thoughts and Sense

Gombalan Nona : Anak Gajah dan Facial Hair

giphy

Dulu, saya menyadari sudah jatuh cinta padanya karena deg-degan tiap lihat punggung anak gajah yang sedang menyetir.. Sungguh aneh dan tidak berfaedah sekali, naksir kok dari punggungnya.. Dan hari ini saya seperti flashback karena lihat punggung anak gajah di posisi yang sama.. Saya duduk di belakang, lihat dia tanpa halangan, berlama-lama sesuka hati.. Bulu matanya lentik mengalahkan perempuan seperti saya.. Syukurlah, dia tidak seperti perempuan karena punya kumis dan jenggot ☺️ I love his facial hair!! Dari dulu punya preferensi laki-laki berfacial hair.. Cukup kumis jenggot saja tanpa hitam hitam di dahi ya 😆.. Konon katanya anak gajah punya cita-cita berfacial hair, tapi tak pernah terpenuhi.. Jorok, jelek, tua.. Ah siapa bilang?! Beruntungnya anak gajah bertemu dengan si nona ini, yang bilang “Gantengnya calon suamik gue pake kumis dan jenggot berarakan 😝”

I love youu, anak gajah!

~ 24 Maret 2018, Bogor Gerimis

Posted in DIY, Lamaran, Thoughts and Sense

Cerita Lamaran : Surat Cinta Si Nona dan Anak Gajah

“Salam MPRS. Salam Manis Penuh Rasa Sayang.” ~ Sepenggal Surat Anak Gajah

 

“Aku tidak akan lupa awal pertemuan kita sampai firasat-firasat menggelikan dari ibuku.”~ Sepenggal Surat Si Nona 

Sampai hari ini, masih berasa kaget campur senang dan terharu dilamar seorang anak gajah.. Btw, namanya Mas Tri, bukan anak gajah beneran.. whaha.. Oke, lanjut! Setelah proyek DIY Ring Bearer yang ada di post sebelumnya , kali ini mau sharing soal permintaan saya di lamaran kemarin.. 😀

Namun sebelumnya, saya akan bercerita tentang anak gajah dan modusan botol kosongnya.. Bersyukurlah saya yang bertemu jodohnya karena hobi saya yang suka misahin sampah plastik.. Agak maksa untuk disambung-sambungin sih, hehe..  Tapi karena suka ngumpulin botol-botol plastik itulah masnya punya ide untuk bermodus dengan diriku ini.. haha..

Anak gajah rajin kirim-kirim botol kosong, ikut jadi donatur katanya.. Lama-lama suka kirim snack mecin (wkwkw), trus kirim-kirim salam lewat radio (tapi bo’ong) dan akhirnya kirim-kirim undangan ketemuan untuk sekedar makan Soto Kudus atau Gado-Gado Boplo.. Ah pokoknya manis banget lah masnya ini, jatuh cinte eykeh.. Wkwkw geli banget ye!

Meskipun gak semuanya manis.. Bijaknya kami adalah memilih untuk bahagia meski gak semuanya bisa terima.. Hehe.. Kalau Angan Senja & Senyum Pagi bilang “Semua orang berhak bahagia, pada waktunya semua orang akan bahagia dengan jalannya sendiri-sendiri. Tinggal kita mau mengambil langkahnya atau tidak” Aihh.. Serius banget! Yariin.. Wueek 😛

Balik ke “Cerita Lamaran : Surat Cinta Si Nona dan Anak Gajah”.. Hehe.. Sebagai orang jawa separo yang lumayan tok tok, saya memahami bahwa kami tidak mengenal proses tukar cincin.. Jadi, cuma masnya aja yang kasih cincin sebagai tanda pengikat supaya enggak lari.. haha.. (ya enggak akan lari lah kalau masnya baik kayak gitu, #azeg #gombal)

Karena tidak ada prosesi tukar cincin, saya request supaya kita tukar perasaan lewat narasi yang ditulis sebaik mungkin dalam sebuah Surat Cinta.. Hihi, mungkin sebuah perasaan tidak sepenuhnya bisa diungkapkan tapi mari kita coba tuliskan dalam surat untuk kenang-kenangan sampai tua nanti.. ♥

Untuk surat cinta saya buat sampai 3 kali revisi.. Yang pertama dan kedua terlalu fancy, sampai sedikit putus asa karena maunya simple dan manis aja.. hehe.. Sungguh berterima kasih pada Greetings Island yang menyediakan berbagai macam template surat dan amplop yang simple dan manis secara cuma-cuma permisah.. 😀

Percaya atau tidak, surat kami sama-sama terdiri dari dua halaman.. Halaman kedua kami sama-sama diisi dengan paragraf lirik lagu.. Aih mama.. Padahal, sebelumnya surat revisi pertama dan kedua saya hanya satu halaman saja.. Entah mengapa, surat terakhir yang saya berikan pada masnya malah menjadi dua halaman..

Ketika frekuensi ada di satu titik yang sama, maka manusia yang berbeda juga akan punya rasa dan firasat yang serupa.. Berjalan apa adanya.. Bismillah.. ♥

Love me tender
Love me true
All my dreams fulfilled
For my darling I love you
And I always will

~ Love Me Tender, Elvis Presley

Love,