Posted in Thoughts and Sense, Uncategorized

Mendengar, Merasakan dan Menulis

Once, I saw a random caption said “Mendengar. Merasakan. Dan Menulis” .. 

 P1070665

Somehow, I love the way they  wrote it.. It’s very simple but indeed so true that we have to listen, to feel upon something..

Did we realize that to listen to someone is very easy but in other way become so hard for some people..Iya, itu sangatlah benar adanya..Enak tidak enak, kita pasti bertemu dengan orang-orang yang tidak mau mendengar.. Baik itu orang yang memang benar-benar tidak mau mendengar dan orang yang sengaja berbicara di saat kita berbicara.. Sama saja intinya mereka tidak mau mendengar.. Ah, rasanya kepala saya mau pecah bertemu orang-orang ini..

Cut peop’s word, not listening..Menurut saya hal-hal seperti itu adalah tombol merah.. Kita kan belajar tata krama, mau tidak mau harus belajar dan menerapkan tata krama bukan? Saya bukan maksud menjadi orang yang sok paling bertata krama.. Saya hanya ingin menulis lebih kepada pemahaman : mendengar orang lain dengan baik adalah salah satu bagian dari tata krama dasar, basic, pakem..

Try to ask yourself : memang ada komunikasi antara dua orang dan dua-duanya sibuk berbicara.. Itu debat kusir namanya.. Dan enggak ada juga kan komunikasi antara dua orang, terus dua-duanya medengar.. Itu namanya gila.. Yang benar adalah berbicara dan mendengar, lalu mendengar dan berbicara..Balik lagi, tata krama.. Kalau kata bos saya attitude is number one dan saya paham mengapa attitude becomes number one.. It describes you, which then show people how your family have taught you to behave.. Kalau saya tidak rela orang menilai orang tua saya atas apa yang saya lakukan di luar.. Kamu?

“Treat people like you want to be treated”

Saya orang yang mendengar karena saya suka didengar.. Kamu??Jangan sampai menjadi orang yang suka didengar tapi enggan mendengar..Karena kelak orang seperti itu mungkin tidak akan laku lagi di masyarakat.. Become a public enemy.. Mengerikan..

“Tuhan menciptakan satu mulut dan dua telinga agar kita lebih banyak mendengar daripada berbicara” ~ Pepatah Arab

I had reached almost top of Mount Sumbing in Temanggung.. It’s 3000 meters above the sea level.. Di atas sana, sunyi sepi senyap, hampir dapat dipastikan tidak ada kebisingan.. Then, in the moment I kept my mouth shut and tried to listen around, I could hear the wind blow through the grass.. It was so solemn.. Perasaan khidmat luar biasa sampai ingin menangis.. Bersyukur..

Dunia ini sudah terlampau berisik. Tutup mulut dan mendengar. Merasakan. Menulis.

*Curtain Closed*

Love,

D4779E20035572AC7E2816A17121536E2

Advertisements

Author:

I do recycling, sewing, crafting – those are my passions that being destructed by office hours.. I’m ordinary but most time being distinguish and minority.. I don’t mind for being and looking ugly.. Because everybody’s ugly, they just pretend not to look ugly.. I watch people, their shoes and bags, sometimes I judge inwardly.. I’m little bit straight forward and I am not sorry for being straight forward.. I hear a lot.. I write words, my handwriting is adored by some friends.. I love taking pictures.. I prefer shoot than being shot, anyway.. Travelling sometimes, “mountains better than beaches” lately.. Be very fond of with smell of genuine leather, some vintage, rustic and traditional things..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s